A : “Ibaratkan seekor ‘Merpati’ yang tak pernah
kembali lagi ke kandangnya, walaupun ‘Pemilik’nya telah berusaha dengan keras
agar dapat kembali lagi”
B : “Namun bukankah ‘Merpati’ itu tak tahu arah
jalannya pulang ?? Mungkin saja sisa-sisa jejaknya pergi telah menjadi bagian
dalam ‘Butiran Debu’ ”
A : “Iya, mungkin saja. Menjadi ‘Butiran Debu’ dan
meutup semua berkas ‘terbang’nya sendiri”
B : “Lantas bagaimana jika ia salah arah jalannya
pulang ??”
A : “Sepertinya Ia memang harus terus terbang. Aku
sebagai ‘Pemilik’nya telah tidak lagi berdaya untuk menangkapnya”
B : “Apakah yang membuatmu begitu tidak berdaya
untuk menangkap ‘Merpati’ tersebut ?? Sedang diawal-awal dalam pertemuan kalian
kau telah bersusah payah memburu ‘Merpati’ itu mati-matian”
A : “Jujur saja, sebagai pemilik ‘Merpati’ tersebut
aku sudah mulai lelah. Tak tahu apa itu penyebabnya. Tapi yang jelas, perhatian
penuh sudah diberikan kepada ‘Merpati’ tersebut. Sayangnya, ia selalu mengelak
sekan kasih dan sayang yang aku berikan hanyalah sia-sia belaka”
B : “Apakah itu berarti kau sudah mulai berputus asa
?? Lantas apakah kau juga tidak lagi mengingat bagaimana beratnya memburu
‘Merpati’ tersebut ?? Yang harus berebut dengan pemburu lain, membawa senjata
khusus, mengejarnya kian kemari, dan lain sebagainya. Apakah kau juga telah
melupakan berbagai pengorbananmu untuk menangkap ‘Merpati’ itu dari awal ??”
A : “Entahlah, begitu berat untuk melupakan
semuanya. Tapi setelah berkali-kali sempat memutar otak, aku pun sempat
berfikir bahwa jika si “Merpati” itu sendiri tidak peduli tentang perasaan dan
rasa khawatir kepadanya. Lantas untuk apa aku masihlah tetap mencarinya dan
bertahan dalam ketergantunagn seperti ini ??”
B : “Hmm, jadi rupanya sekarang kau mulai berlari ke
‘Toko Hewan’ ?? atau berlari ke ‘Hutan’ ??”
A : “Bukan, Sang ‘Pemilik’ masih di rumah. Berdoa
semoga bekas ‘Merpati’nya itu selalu diberi keselamatan dan tak jatuh ke tangan
yang salah. Hanya itu”
B : “Sempat ku kira, jika kau sedang berlari ke
‘Toko Hewan’ untuk membeli ‘Merpati’ baru yang lebih indah secara instan. Atau
sedang berlari ke ‘Hutan’ untuk memburu seekor ‘Merpati’ yang lain”
Oleh : SAM98 (Kamis, 18 Februari 2015)
0 komentar:
Posting Komentar