This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Apa arti Sahabat?

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Rabu, 05 Februari 2014

Langit Makin Mendung


Langit Makin Mendung

Lama-lama mereka bosan juga dengan status pensiunan nabi di surgaloka. Petisi dibikin, mohon (dan bukan menuntut) agar pensiunan-pensiunan diberi cuti bergilir turba ke bumi, yang konon makin ramai saja.
“Refreshing sangat perlu. Kebahagiaan berlebihan justru siksaan bagi manusia yang biasa berjuang. Kami bukan malaikat atau burung perkutut. Bibir-bibir kami sudah pegal-pegal kejang memuji kebesaran-Mu; beratus tahun tanpa henti.”
Membaca petisi para nabi, Tuhan terpaksa menggeleng-gelengkan kepala, tak habis pikir pada ketidakpuasan di benak manusia…. Dipanggillah penanda-tangan pertama: Muhammad dari Medinah, Arabia. Orang bumi biasa memanggilnya Muhammad saw..
“Daulat, ya Tuhan.”
“Apalagi yang kurang di surgaku ini? Bidadari jelita berjuta, sungai susu, danau madu, buah apel emas, pohon limau perak. Kijang-kijang platina, burung-burung berbulu intan baiduri. Semua adalah milikmu bersama, sama rasa sama rata!”
“Sesungguhnya bahagia lebih dari cukup, bahkan tumpah ruah melimpah-limpah.”
“Lihat rumput-rumput jamrud di sana. Bunga-bunga mutiara bermekaran.”
“Kau memang mahakaya. Dan manusia alangkah miskin, melarat sekali.”
Tengok permadani sutra yang kau injak. Jubah dan sorban cashmillon yang kau pakai. Sepatu Aladin yang bisa terbang. Telah kuhadiahkan segala yang indah-indah!”
Muhammad tertunduk, terasa betapa hidup manusia hanya jalinan-jalinan penyadong sedekah dari Tuhan. Alangkah nista pihak yang selalu mengharap belas kasihan. la ingat, waktu sowan ke surga dulu dirinya hanya sekeping jiwa telanjang.
“Apa sebenamya kau cari di bumi? Kemesuman, kemunafikan, kelaparan, tangis, dan kebencian sedang berkecamuk hebat sekali.”
“Hamba ingin mengadakan riset,” jawabnya lirih.
“Tentang apa?”
“Akhir-akhir ini begitu sedikit umat hamba yang masuk surga.”
“Ahk, itu kan biasa. Kebanyakan mereka dari daerah tropis kalau tak salah?”
“Betul, kau memang maha tahu.” “Kemarau kelewat panjang di sana. Terik matahari terlalu lama membakar otak-otak mereka yang bodoh.” Kacamata model kuno dari emas diletakkan di atas meja dari emas pula.
“Bagaimana, ya Tuhan?”
“Umatmu banyak kena tusukan siar matahari. Sebagian besar berubah ingatan, lainnya pada mati mendadak.”
“Astaga! Betapa nasib mereka kemudian?”
“Yang pertama asyik membadut di rumah-rumah gila.”
“Dan yang mati?”
“Ada stempel Kalimat Syahadat dalam paspor mereka. Terpaksa raja iblis menolak memberikan visa neraka untuk orang-orang malang itu.”
“Heran, tak pernah mereka mohon suaka ke sini!” dengan kening sedikit mengerut.
“Tentara neraka memang telah merantai kaki-kaki mereka di batu nisan masing-masing.”
“Apa dosa mereka gerangan? Betapa malang nasib umat hamba, ya Tuhan!”

Senin, 13 Januari 2014

IBU- AKU MENCINTAIMU…




  ” Karena tidak ada kasih sayang yang sesungguhnya abadi dalam pikiran kita selain kasih sayang seorang ibu yang selalu kita ingat sampai kita berakhir nanti ” Agnes Davonar
Dalam hidup, kita memiliki banyak kasih sayang. Kasih sayang yang mungkin bagi sebagian orang hanya sesaat tapi bagi yang lain menjadi abadi selamanya. Seperti kisah ini, kisah kasih sayang seorang ibu yang aku harapkan pernah terjadi dalam pada hidup kalian tapi tidak kalian sia-siakan. Ingatlah, Kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah berhenti ia berikan dalam keadaan apapun. Semoga kisah ini menyadarkan kalian betapa penting arti ibu dalam hidup kalian.
Aku punya seorang ibu, dalam usia yang muda, ia melahirkanku karena pernikahannya yang muda. Ayah dan ibu hidup bahagia dan melahirkan aku yang manja dan serba hidup cukup. Sampai umurku 7 tahun, aku selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan. Untungnya aku pintar sehingga selalu menjadi juara kelas. Kata guruku sih, aku ini jenius sehingga walaupun tanpa belajar pun nilai ujian di kelasku selalu mendapatkan nilai A.
Kebahagiaan yang aku rasakan dan kemewahan yang aku rasakan semua tiba-tiba menjadi sirna ketika ayah mengalami kecelakaan. Ia meninggal dan meninggalkan hutang yang begitu besar. Aku tidak pernah siap miskin tapi tidak dengan ibu. Kami kehilangan rumah dan harus tinggal dirumah susun murah yang hanya memiliki satu ruangan dengan satu kamar. Ibu tau, aku pintar dan tidak seharusnya berhenti sekolah, karena penikahan yang muda dan ditentang keluarga akhirnya ibu terusir dari keluarganya. Sedangkan orang tua ayah, sudah tak ada siapapun yang mau membantu kehidupan kami.
Setelah menjual segala perhiasan yang ia miliki. Ibu memiliki ide untuk berjualan bakmi ayam. Saat itu umurku 13 tahun. Ia masih harus menanggung hutang-hutang ayah yang harus ia bayar.
“ ibu akan berjualan bakmi untuk membantu kehidupan kita. Angel bantu-bantu.. ibu ya?”
Aku terdiam dan rasanya tidak menyukai ide ibu.
“ ibu akan jualan bakmi dimana? Memangnya ibu bisa buat bakmi?” tanyaku.
“ Loh dulu nenek ibu kan dagang bakmi, jadi ibu tau resepnya. lalu mungkin ibu berdagang di depan jalan besar depan komplek. Disitu banyak orang yang kerja di pasar. Kali-kali saja laris. Sehingga kamu bisa tetap sekolah.”
“ aku gak mau.. aku malu. Ibu saja yang jualan, aku gak mau bantu..”
“ iya nak, kamu gak usah bantu ibu, kamu cukup belajar yang giat dan ibu yang nantinya akan bekerja..besok ibu akan pergi ke sekolah kamu untuk mencoba meminta beasiswa..”
Aku senang ibu tidak mengharapkan aku berjualan bersamanya. Apa jadinya kata orang tentangku. Ibu memiliki gerobak bakmi yang ia beli bekas dan setiap pagi ia akan mendorong gerobak itu ke lapak tempatnya berjualan lalu sepagi mungkin sebelum matahari terbit ia sudah tidak ada di rumah ketika aku bangun. Ia tidak pernah memintaku untuk berjualan tapi terkadang aku membantunya untuk sekedar memotong bawang putih dan hanya tugas-tugas mudah di dalam rumah yang terpenting aku tidak sudi ikut berdagang dengan ibu.
Teman-temanku, mungkin tau. Kalau ayahku telah meninggal. Tapi mereka tidak pernah tau kalau keluargaku jatuh miskin. Ibu berhasil mendapatkan beasiswa untukku sehingga aku tidak pe

Sabtu, 11 Januari 2014

DIANTARA KITA DAN PELANGI


DIANTARA KITA DAN PELANGI
Cerpen Karya Nurasiyah

Pelangi punya cerita tentang kita, pelangi mengerti semuanya, tentang aku yang selalu merindu. Tentang aku yang selalu berharap kamu kembali disampingku, pelangi juga tahu betapa besar rasa cinta yang ku punya untukmu hingga saat ini. Aku teringat saat pelangi di tepi pantai itu masih bisa kita nikmati bersama, kita bermain dalam hujan yang penuh berkah. Aku bahagia pernah mengenal pelangi yang baru di hidupku, kamu tahu itu siapa? Itu adalah kamu. Kamu yang selalu setia memberi warna di setiap helah nafasku, bedanya kamu dengan pelangi yang lain adalah kamu selalu ada di sampingku, sedangkan pelangi yang lain ada di langit yang selalu berusaha mewarnai hidup orang lain menjadi lebih bermakna.
“ada pelangi disana” ungkapnya saat itu.
“dimana? Aku tak melihatnya”
“pelangi itu ada di dekatmu”
“dimana”
“pelangi itu ada di bola matamu” ungkapan gombalnya saat itu.

Aku terdiam sejenak dan mencubit hidungnya hingga merah seperti jambu air, gombalannya membuatku tersipu malu. Ku pikir saat dia akan pasrah dengan cubitanku, ternyata dia membalas dengan mencium tepat di keningku. Ciuman yang kata orang adalah ciuman tanda kasih sayang. Aku percaya itu dan aku percaya dia yang menyayangiku. Hari itu aku merasa dia sangat berbeda, dia seakan memperlakukanku seperti orang yang tak bisa dia temui lagi.
“kamu kenapa? Kok aneh” tanyaku dengan nada keheranan.
“aku tak apa-apa, aku ingin membuat hari ini lebih indah saja dan itu bersamamu.” Jawabnya dengan senyuman dan mata yang berbinar.
Bias pelangi semakin memberi arti, jejak warnanya menawarkan keistimewaan yang sangat luar biasa. Mendengar jawaban darinya tadi, aku hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala, pertanda bahwa aku mengerti.

Selasa, 19 November 2013

Senyum Terakhir







Senyum terakhir..based on true story love Ilma and Arnhenzky “ Pada akhirnya, kepergian seseorang mungkin menyakitkan akan tetapi akan selalu  menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah jalan terakhir untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang dalam hidup kita.”Agnes Davonar


Nama gua Arnhenzky Arzhanka, ribet ye nama gua. Kalau begitu panggil aja Anes. Nama itu dikasih bokap gua karena dia gak sengaja mendengar nyokap gua mengandung pada saat dia sedang jalan-jalan di Rusia so.. nama gua ala-ala Rusia gitu.  Umur gua sekarang 25 tahun, pekerjaan gua saat ini kuli seni atau kerennya disebut telent. Gua jalani kehidupan sebagai kuli seni ini buat nabung modal gua di masa depan untuk jadi wiraswata kayak bokap gua yang cukup sukses sebagai penjahit baju ( tailor). So, demi masa depan gua, gua kerja tanpa kenal batas waktu sampai tidur pun terkadang suka lupa waktu.
Gara-gara lupa waktu ini, gua jadi mengenal seseorang ; seseorang yang memiliki senyum terindah yang pernah gua lihat seumur hidup gua. Gua menyebutnya sebagai takdir pertama. Kisahnya dimulai saat itu  ketika suatu hari, gua gak sadar ketiduran dan tiba-tiba telepon gua berbunyi.
Dengan setengah mengantuk gua angkat.

Sabtu, 16 November 2013

Cinta Sempurna

CINTA SEMPURNA 

CINTA SEMPURNA
” TAK ADA YANG BISA MENGGAMBARKAN BAGAIMANA SEMPURNANYA HIDUP SELAIN CINTA KITA KEPADA SESAMA”



Disebuah ruangan rumah sakit.
Popo terdiam. Menunggu dokter datang ke ruangan yang dingin dan penuh ornamen putih. Sesaat kemudian dokter melempat senyum padanya ketika tiba. Duduk saling berhadapan dengan Popo. Memberikan sebuah map berisikan hasil cek medis Popo.  Lalu berkata.
“ Mas Popo. Anda masih berusia 25 tahun. Tapi sebelumnya saya ingin bertanya terlebih dahulu.. akhir-akhir ini apa yang ada rasakan pada diri anda..?”
Popo terdiam berusaha mengingat..
“saya merasa sudah melakukan sesuatu tapi saya jadi tak ingat apa yang saya lakukan. Hal itu terjadi berulang-ulang. Dan saya mulai merasa gila dengan semua ini.. kepala saya terasa berat..”
Dokter menarik nafas.
“baiklah.. anda positif menderita penyakit.. Alzheimer..”
“hah.. maksudnya..?”
“ sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil jadi dampaknya anda mulai sulit mengingat hal-hal yang anda lakukan..”
“ kok saya bisa kena penyakit kayak itu.. ?”
“mungkin bisa jadi factor keturunan..”

“Belajar Menjadi Pelangi”


“Belajar Menjadi Pelangi”



Kehidupan setiap orang pasti selalu dipenuhi dengan suka dan duka. Kedua hal tersebut selalu hadir dan memberi warna tersendiri bagi setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Hidup tidak akan menjadi monoton, jika mampu memanfaatkan kedua hal tersebut. Sama halnya dengan pelangi yang selalu hadir sehabis hujan dan memberikan keindahan bagi dunia, demikian juga dengan suka dan duka yang memberikan keindahan tersendiri bagi dunia. Setiap warna yang terkandung di dalam pelangi memiliki makna dan rahasia tersendiri. Begitu pula dengan suka dan duka yang memiliki makna dan rahasia tersendiri. Kehidupan kita harus selalu penuh warna, sehingga kita mampu dan tangguh dalam menjalani setiap lembaran cerita hidup kita.

DIANTARA KITA DAN PELANGI


DIANTARA KITA DAN PELANGI
Cerpen Karya Nurasiyah

Pelangi punya cerita tentang kita, pelangi mengerti semuanya, tentang aku yang selalu merindu. Tentang aku yang selalu berharap kamu kembali disampingku, pelangi juga tahu betapa besar rasa cinta yang ku punya untukmu hingga saat ini. Aku teringat saat pelangi di tepi pantai itu masih bisa kita nikmati bersama, kita bermain dalam hujan yang penuh berkah. Aku bahagia pernah mengenal pelangi yang baru di hidupku, kamu tahu itu siapa? Itu adalah kamu. Kamu yang selalu setia memberi warna di setiap helah nafasku, bedanya kamu dengan pelangi yang lain adalah kamu selalu ada di sampingku, sedangkan pelangi yang lain ada di langit yang selalu berusaha mewarnai hidup orang lain menjadi lebih bermakna.

“ada pelangi disana” ungkapnya saat itu.
“dimana? Aku tak melihatnya”
“pelangi itu ada di dekatmu”
“dimana”
“pelangi itu ada di bola matamu” ungkapan gombalnya saat itu.

Diantara Kita dan Pelangi - Cerpen Cerpen Cinta Romantis
Aku terdiam sejenak dan mencubit hidungnya hingga merah seperti jambu air, gombalannya membuatku tersipu malu. Ku pikir saat dia akan pasrah dengan cubitanku, ternyata dia membalas dengan mencium tepat di keningku. Ciuman yang kata orang adalah ciuman tanda kasih sayang. Aku percaya itu dan aku percaya dia yang menyayangiku. Hari itu aku merasa dia sangat berbeda, dia seakan memperlakukanku seperti orang yang tak bisa dia temui lagi.