Oleh:Abu Hashifah al Anwar
Alhamdulillah,shalawat dan salam terunjuk kepada baginda Rasulullah,keluarga,istri,sahabat dan pengikut setia mereka dalam kebajikan hingga hari akhir. Amma ba’du:
Air musta’mal adalah air yang telah dipergunakan untuk bersuci dan berpisah atau berjatuhan dari anggota wudhu.
Telah berlalu dalam pembahasan hukum dan macam-macam air bahwa air muthlak telah disepakati oleh para ulama’ atas bolehnya dipergunakan untuk bersuci.Adapun air musta’mal para ulama’ berselisih dalam hal penggunaannya untuk bersuci menjadi beberapa pendapat:
1.Pendapat pertama:
Tidak boleh bersuci dengan menggunakan air musta’mal
Ini adalah pendapat dari imam Abu Hanifah, Imam as Syafi’iy dan sahabat Abu Hanifah,Abu Yusuf dan al Hasan bin Ziyad al Lu’luiy
2.Pendapat kedua:
Makruh bersuci dengan menggunakan air musta’mal
Ini salah satu riwayat dari Abu Hanifah dan diikuti oleh sahabat Beliau,Muhammad bin Hasan dan dipilih oleh ahli tahqiq dalam madzhab imam Abu Hanifah dan ucapan yang masyhur yang difatwakan oleh mereka .Pendapat ini juga dipilih oleh imam Malik
3.Pendapat ketiga:
Boleh berwudhu dengan menggunakan air musta’mal
Berkata syaikh Shidiq Hasan Khan: Yang benar, bahwasanya air musta’mal adalah suci dan mensucikan karena mengamalkan asal hukum air dan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa air musta’mal adalah suci dan mensucikan.
Pendapat ini dipegang oleh sekelompok ulama’ salaf (terdahulu) dan khalaf (kontemporer) dan Ibnu Hazm menasabkannya kepada Atho’,Sufyan ats Tsauriy,Abu Tsaur dan semua ulama’ dhahiriyah dan juga madzhab Hasan al Bashriy,az Zuhriy, an Nakha’iy, Malik, Asy Syafi’iy,Abu Hanifah dalam salah satu riwayat dari mereka (Raudhatun Nadiyah dengan Ta’liqot ar Radhiyah:1/102)