Kamis, 19 Februari 2015

Puisi Anekdot


Goa Manusia
Saat jago masih enggan terjaga
Raja siang pun masih menjadi surya
Manusia saja tenggelam dalam goanya
Namun padatnya kota sudah terasa
Terjadi dimana-mana
Dari pelosok desa hingga pusat kota


Hiruk pikuknya negeri ini
Adalah wujud ketimpangan abadi
Menyeruak dalam angan
Asamu dalam sebuah genggaman
Wahai bangsa yang jaya
Tak hanya satu dua kata
Tapi tiga lima dan berjuta

Kuda besi empat kaki
Sedang berdiri dua kaki
Nan perayap sepanjang hari
Tak kenal petang, jua pagi
Bertemankan sang waktu
Lahirkan mereka bernamakan polusi

Hingga sepanjang hari
Kota buka sekedar kota
Desa bukan sekedar desa
Hanyalah sebuah tempat purba
Bernama Goa Manusia

SAM98(Sabtu, 14 Februari 2015)

0 komentar:

Posting Komentar