Kamis, 19 Februari 2015

MERPATI



A : “Ibaratkan seekor ‘Merpati’ yang tak pernah kembali lagi ke kandangnya, walaupun ‘Pemilik’nya telah berusaha dengan keras agar dapat kembali lagi”
B : “Namun bukankah ‘Merpati’ itu tak tahu arah jalannya pulang ?? Mungkin saja sisa-sisa jejaknya pergi telah menjadi bagian dalam ‘Butiran Debu’ ”
A : “Iya, mungkin saja. Menjadi ‘Butiran Debu’ dan meutup semua berkas ‘terbang’nya sendiri”
B : “Lantas bagaimana jika ia salah arah jalannya pulang ??”

A : “Sepertinya Ia memang harus terus terbang. Aku sebagai ‘Pemilik’nya telah tidak lagi berdaya untuk menangkapnya”
B : “Apakah yang membuatmu begitu tidak berdaya untuk menangkap ‘Merpati’ tersebut ?? Sedang diawal-awal dalam pertemuan kalian kau telah bersusah payah memburu ‘Merpati’ itu mati-matian”
A : “Jujur saja, sebagai pemilik ‘Merpati’ tersebut aku sudah mulai lelah. Tak tahu apa itu penyebabnya. Tapi yang jelas, perhatian penuh sudah diberikan kepada ‘Merpati’ tersebut. Sayangnya, ia selalu mengelak sekan kasih dan sayang yang aku berikan hanyalah sia-sia belaka”
B : “Apakah itu berarti kau sudah mulai berputus asa ?? Lantas apakah kau juga tidak lagi mengingat bagaimana beratnya memburu ‘Merpati’ tersebut ?? Yang harus berebut dengan pemburu lain, membawa senjata khusus, mengejarnya kian kemari, dan lain sebagainya. Apakah kau juga telah melupakan berbagai pengorbananmu untuk menangkap ‘Merpati’ itu dari awal ??”
A : “Entahlah, begitu berat untuk melupakan semuanya. Tapi setelah berkali-kali sempat memutar otak, aku pun sempat berfikir bahwa jika si “Merpati” itu sendiri tidak peduli tentang perasaan dan rasa khawatir kepadanya. Lantas untuk apa aku masihlah tetap mencarinya dan bertahan dalam ketergantunagn seperti ini ??”
B : “Hmm, jadi rupanya sekarang kau mulai berlari ke ‘Toko Hewan’ ?? atau berlari ke ‘Hutan’ ??”
A : “Bukan, Sang ‘Pemilik’ masih di rumah. Berdoa semoga bekas ‘Merpati’nya itu selalu diberi keselamatan dan tak jatuh ke tangan yang salah. Hanya itu”
B : “Sempat ku kira, jika kau sedang berlari ke ‘Toko Hewan’ untuk membeli ‘Merpati’ baru yang lebih indah secara instan. Atau sedang berlari ke ‘Hutan’ untuk memburu seekor ‘Merpati’ yang lain”

Oleh : SAM98 (Kamis, 18 Februari 2015)

0 komentar:

Posting Komentar