This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 29 September 2015

Merpati Putih (Part 2)

Aku melihat bayinya terlahir secara sungsang dengan kepala yang muncul terlebih dahulu. Belum lagi kepalanya yang terlilit tali pusatnya sendiri, hingga membuatnya terhambat keluar. Ditambah dengan keadaan induknya yang yang sangat memprihatinkan.
Bagaimana tidak, tangannya berlumuran darah, seperti terdapat bekas peluru. Nampaknya waktu itu singa tersebut sedang mencari makanan untuk kawanannya. Kemudian terdapat seorang pemburu yang menembak singa betina tersebut dengan timah panasnya.
Lalu ia berlari menghindari pemburu tersebut. Sampai terdampar di sini, di tempat ini. Peluru itu mengenai lengan depan si induk yang tengah hamil tua ini. Mungkin kontraksi dadakan yang membuat ia harus melakukan persalinan secara tiba-tiba. Coba bayangkan jika peluru tersebut mengenai perutnya, maka dua nyawa akan melayang seketika.
Pemuda itu pun langsung tersadar dari lamunannya, dan membantu persalinan singa tersebut. Air mata singa itu meleleh mengelilingi lingkar matanya, seolah menggambarkan betapa sakitnya dirinya saat itu. Bagaimana tidak, ia harus menanggung beban kesakitan yang berlipat ganda. Pertama, perih melahirkan dan kedua panasnya daging yang tertembus peluru.

Merpati Putih (Part 1)

Telah dikisahkan dalam sebuah kehidupan antara seorang pecinta alam dengan seekor burung merpati putih. Dan di dalam ceritanya dimana terjadi banyak sekali hal yang tidak terduga terjadi pada mereka berdua. Biarkanlah mereka merasakan bagaimana getirnya dunia, sebagai pembelajaran teruntuk mereka pada umunya dan kita semua pada khususnya.
Di dalam sebuah desa, hiduplah seorang pemuda tampan yang tubuhnya kekar dan budinya yang luhur. Dia teramat patuh kepada orang tuanya, membantunya dalam berdagang dan bertani, atau pun dalam hal sepele seperti membersihkan rumah sekali pun. Dia juga cekatan dalam menolonh sesamanya. Tak heran jika banyak tetangga yang segan terhadapnya. Maka tak dapat terhitunglah wanita yang menaruh hati kepadanya, atau pun orang tua yang ingin menjodohkan putrinya dengan pemuda itu.
Namun sayang, diusianya yang telah menginjak dewasa dia masih saja sendiri. Mungkin lebih tepatnya memilih untuk menyendiri. Entah dengan alasan apa, taka da seorang pun yang tahu. Termasuk orang tuanya sekali pun.
“Saya masih ingin menikmati masa muda” alibinya ketika ia ditanya kapan akan menikah.

Sabtu, 19 September 2015

Suatu Masa


Hei Masa,
Dimana sejarah menjadi napak tilas sebuah cerita di balik adanya makna, roman dari awal lahirnya picisan kisah yang terbungkam tanpa kata dalam balutan ingatan Masa. Mungkin Masa masih ingat, sangat ingat bahkan, dengan detail bagaimana rincinya runtutan cerita yang ia punya dari waktu ke waktu. Ya, karena memang itulah tugasnya sebagai sebuah pengukur lama atau tidaknya suatu kisah. Namun sayangnya ia berlari begitu kencangnya. Enyah itu ia menggunakan sepatu ajaib berkekuatan super untuk membantunya berlari dengan cepat, atau memang anugerah dari Tuhan yang diberikan kepadanya ?? Tidak ada yang tahu.
Tapi menurutku, Masa telah dikaruniai anugrah yang sungguh luar biasa. Kencangnya kecepatan Masa dalam berlari, bukanlah kekuatan dari sepatu ajaib. Logikanya, jika ia mempunyai alat yang secanggih itu, maka semua orang pun juga ingin memilikinya. Berlomba-lomba bagaimanan caranya untuk mendapatkan sepatu tersebut. Namun kenyataannya tidak demikian, itu semua adalah anugerah yang diberikan khusus kepada Masa dari Tuhan. Dan tidak semua orang dapat memilikinya.
Kau tahu jam pasir ?? ya, begitulah gambaran kasar dari Masa. Ia terus berjalan, tidak pernah berhenti, dan tidak pernah kembali, barang sejenak. Awalnya aku mengira bahwa Masa adalah pribadi yang congkak, sombong, angkuh, dan entah apalah itu namanya. Karena ia menengok ke belakang saja tidak pernah. Prinsip hidupnya juga sangat sederhana, ia hanya akan berteman dengan mereka yang mampu mengikutinya saja. Ia selalu katakana itu dari awal, jadi semua kawannya sama. Homogen.

Senin, 07 September 2015

Satu Dua Tiga


          
  Sebulan yang lalu, Tepat pada h+7 setelah hari ulang tahunku. Pagi itu, tatapanmu masih mengisyaratkan sesuatu hal yang sama. Pandanganmu masih terkesan cuek dan tak peduli.
            Sebulan yang lalu, kau menggalaukan hatiku setelah kawanmu memberikan sebuah kabar yang tak pernah kudugasebelumnya. Bahwa kau telah membalas perasaanku selama ini.
            Sebulan yang lalu, adalah titik puncak dari segala penantian panjangku selama ini. Kau utarakan seluruh isi hatimu yang tak pernah ku ketahui sebelumnya. Ternyata, dibalik ketajaman tatapan sinismu itu tersimpan sebuah kasih sayang yang penuh dengan kelembutan.