This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 21 Juli 2015

Glory Saturday


Malang, 09 Mei 2015…
            Teruntuk hari Sabtu ceria, yang akan sangat berkesan nantinya. Dari seorang biasa, yang sulit dalam mengungkapkan perasaannya secara langsung. Karena Ia hanyalah seorang penyair biasa, yang menuliskan segala curahannya melalui perantara kata.
            Hai kau, pemuda yang ada di sebelah sana. Kau yang datang dari Gedung Timur, mencari sebuah pencarian di Gedung Barat. Dan masa pencarianmu akhirnya telah menemui titik terang. Ketika semua rahasia itu pecah seketika tapat di hari sabtu. Laksana gunung yang memuntapkan segala luapannya tepat kepada semua sasaran yang dituju.
            Aku, sangat bertetima kasih sekali atas limpahan itu. Deras dan melinpah ke seluruh penjuru ku. Asal kau tahu, hari itu adalah harimu. Karena sabtu itu adalah harimu, maka sabtu itu jua merupakan hariku. Maka anggap saja, saat itu adalah hari kita berdua dalam bersama.
            Mengagumimu yang tak kunjung ku tahu alasannya. Dan tidak jua dapat kumengerti mengapa.
            Sabtu itu, ketika kita sedang terduduk dalam sebuah bangku yang sama. Menghabiskan sisa-sisa penantian yang sebenarnya aku dan kamu pun saling menunggunya. Kita sama-sama saling menanti, namun tak juga ada yang tahu.
            Atmosphere kegembiraan yang kau bangun membuatku tidak merasakan kebosanan yang berarti. Saat itu, aku masih saja tidak berani menatap matamu lekat. Hanya sebatas sekilas pandang seorang wanita kpada prianya. Maka anggap saja kemauan itu berbalut dengan rasa malu yang tak kunjugn reda.
            Cinta, percayalah kala itu aku begitu bahagia. Karena lama tak bersua, denganmu kesatria jiwa. Dimana ia yang akan selalu menjaga, kepunyaannya yang memang sepatutnya ia jaga. Dan pada santu itu, Ia dapat membuktikannya dengan berbagai bukti yang ada.
            Satu kabar yang ku terima pada sabtu itu, aku menyebutnya dengan ‘Glory Saturday’. Menang dari penantian panjang yang kita masing-masing. Waktu tidak terasa indahnya, Duhai Sang Pujangga.
            Didedikasikan untuk MDS
Oleh : SAM98 (Malang, Sabtu 09 Mei 2015)

Sepucuk Surat Untuk Ayah


           
 Selamat Datang RamadhanKu, selamat datang LebaranKu.
            Teruntuk sesosok pria dewasa yang entah sedang apa Dia di sebelah sana. Dia yang pertama kali memperkenalkanKu akan makna Cinta, yang sebagai rasa suka yang tidak biasa. Dia yang menyebutkan AsmaNya, yang kini Kukenal sebagi TuhanKu, tempat bernaung dang bermunajat yang paling baik. Lewat merdunya lantunan Adzannya pada telinga sebelah kananKu, dan Bacaan Iqamah yang menggetarkan pada telinga sebelah kiriKu. Dia sebagai lelaki pertama di dunia ini yang kuanggap sebagai pria tertampan yang pernah ada, dan akan selalu begitu.
            Dia adalah seorang pejantan tangguh yang mampu membentengi mentalnya dengan berlapis baja dan terkunci rantai menjadi niat kuat, guna membiayai semua hal yang aku perlukan, Baik itu barang remeh sekalipun. Entah telah berapa ribu cucuran keringat yang telah keluar melalui pori-pori kulitnya, sebagai saksi bisu betapa besar kasihnya kepadaku dan wujud dari rasa sayang Sang Empunya.