Senin, 09 Februari 2015

C.I.N.T.A.

Cinta...
            Entahlah. Kata orang, cinta indah. Seindah purnama saat mendung sedang menggelantung. Seindah oase di tengah padang gurun nan luas. Kata orang, cinta juga buta. Kala kita sedang dimabuk cinta, kenikmatannya seakan tidak mampu lagi untuk diungkapkan menjadi suatu teori yang mutlak.
            Ada juga yang bilang, bahwa cinta itu semacam angin. Lembut, dan tak terlihat. Namun dapat kita rasakan desahannya. Atau mungkin cinta itu seperti pasir. Jika kita ambil, kita dapat mersakan setiap butirannya yang halus. Tetapi jangan sekali-kali kita mencoba untuk menggenggamnya. Karena pasir itu akan habis secara perlahan seirinh dengan semakin kuatnya genggaman kita.
            Menurut teori, cinta adalah rasa saling suka diantara laki-laki dan perempuan. Perpaduan antara hormon yang saling bekerja, membuat setiap individunya yang merasakan menjadi melakukan tindakan yang berbeda. Biasanya reaksi yang ditimbulkan antara lain rasa gugup, berketingat dingin, dan jantunh yang lebih berpacu.

            Tapi menurutku cinta itu seperti air. Air itu mengalir dengan tenang mengikuti arusnya. Ya seperti itulah cinta. Datang kapan saja tanpa bisa terduga oleh siapa saja. Cinta juga tidak berbentuk, labil, jika kita meletakkannya maka akan berbentuk lonjong, di dalam kotak akan berbentuk bujur sangkar, dan begitu jugs seterusnya.
            Sama juga seperti pasir, air jugs tidak bisa digenggam. Ia akan hilang seiring dengan  semakin eratnya genggaman kita. Senada dengan cinta, mereka akan semakin dekat bila kita memberi lahan yang cukup luas sebagai tempat kita menanam benih cinta yang akan kita tuai pada masanya nanti.
            Namun tidak semua sifat air juga dimiliki oleh cinta. Seperti halnya permukaan air yang tenang, selalu datar. Untuk yang satu ini, aku tidak sepaham dengan pernyataan di atas. Bahwa cinta yang tenang, akan selalu berliku-liku. Cinta yang abadi, tak akan semudah apa yang kita bayangkan.
            Tahukan kalian, bahwa air tidak selamanya tenang ?? Juga tidak menutup kemungkinan bahwa air juga dapat berubah menjadi ombak besar yang menyapu setiap objek yang dilewatinya. Ombak itu akan mengikis daratan yang dilaluinya, sehingga terlihat tandus dan kering kerontang. Kemanakah lahan yang dulu kita tanami dengan bibit cinta yang nanti akan menjadi tabungan di masa depan ?? Hilang dan musnah lagi tak berbekas.
            Berbicara mengenai air, tidak akan terlepas dari makhluk hidup. Karena air adalah kebutuhan pokok manusia, hewan, dan tumbuhan. Begitu juga dengan cinta. Cinta juga akan selalu melekat pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Semua orang pasti pernah merasakan cinta, kasih sayang, atau lain halnya yang serupa. Cinta dari ibu kepada anaknya, cinta dari teman, dan cinta dari orang di sekitar kita.
            Jadi, bentuk air itu itu adalah hal yang kits terima dari orang tersebut. Baik atau pun buruk yang kits dapatkan adalah cerminan nyata dari perlakuan kita kepada cinta. Cinta yang bergerak perlahan panda sebuah aliran nyaring nan menyejukkan. Aliran yang berjalan pelan, penuh arti yang membuat semua orang yang mendekat menjadi ikut hanyut terbawa arus cinta yang deras namun lembut. Dan seiring dengan berjalannya waktu, dapat tenggelam oleh nikmatnya buaian cinta.
            Atau cinta dengan model ombak besar, sehingga dapat meluluhlantakkan semua yang is lewati Tampa tersisa sedikit pun. Habis Dan nantinya menjadi hancur berkeping-keping dan sesuatu yang tak berbentuk Dan take dapat lagi untuk do definisikan..
Bagaimana And akan memperlakukan cinta ??
Bergantung pada apa yang Anda inginkan..
            Tapi yang jelas, air yang nanti Kai sentuh akan membuatmu BASAH dan akan membekas. Membutuhkan waktu lama until menjadi kering kembali...

Karena serial insan yang telah merasakan cinta, akan susah untuk melupakan cinta terse but...Cinta...
            Entahlah. Kata orang, cinta indah. Seindah purnama saat mendung sedang menggelantung. Seindah oase di tengah padang gurun nan luas. Kata orang, cinta juga buta. Kala kita sedang dimabuk cinta, kenikmatannya seakan tidak mampu lagi untuk diungkapkan menjadi suatu teori yang mutlak.
            Ada juga yang bilang, bahwa cinta itu semacam angin. Lembut, dan tak terlihat. Namun dapat kita rasakan desahannya. Atau mungkin cinta itu seperti pasir. Jika kita ambil, kita dapat mersakan setiap butirannya yang halus. Tetapi jangan sekali-kali kita mencoba untuk menggenggamnya. Karena pasir itu akan habis secara perlahan seirinh dengan semakin kuatnya genggaman kita.
            Menurut teori, cinta adalah rasa saling suka diantara laki-laki dan perempuan. Perpaduan antara hormon yang saling bekerja, membuat setiap individunya yang merasakan menjadi melakukan tindakan yang berbeda. Biasanya reaksi yang ditimbulkan antara lain rasa gugup, berketingat dingin, dan jantunh yang lebih berpacu.
            Tapi menurutku cinta itu seperti air. Air itu mengalir dengan tenang mengikuti arusnya. Ya seperti itulah cinta. Datang kapan saja tanpa bisa terduga oleh siapa saja. Cinta juga tidak berbentuk, labil, jika kita meletakkannya maka akan berbentuk lonjong, di dalam kotak akan berbentuk bujur sangkar, dan begitu jugs seterusnya.
            Sama juga seperti pasir, air jugs tidak bisa digenggam. Ia akan hilang seiring dengan  semakin eratnya genggaman kita. Senada dengan cinta, mereka akan semakin dekat bila kita memberi lahan yang cukup luas sebagai tempat kita menanam benih cinta yang akan kita tuai pada masanya nanti.
            Namun tidak semua sifat air juga dimiliki oleh cinta. Seperti halnya permukaan air yang tenang, selalu datar. Untuk yang satu ini, aku tidak sepaham dengan pernyataan di atas. Bahwa cinta yang tenang, akan selalu berliku-liku. Cinta yang abadi, tak akan semudah apa yang kita bayangkan.
            Tahukan kalian, bahwa air tidak selamanya tenang ?? Juga tidak menutup kemungkinan bahwa air juga dapat berubah menjadi ombak besar yang menyapu setiap objek yang dilewatinya. Ombak itu akan mengikis daratan yang dilaluinya, sehingga terlihat tandus dan kering kerontang. Kemanakah lahan yang dulu kita tanami dengan bibit cinta yang nanti akan menjadi tabungan di masa depan ?? Hilang dan musnah lagi tak berbekas.
            Berbicara mengenai air, tidak akan terlepas dari makhluk hidup. Karena air adalah kebutuhan pokok manusia, hewan, dan tumbuhan. Begitu juga dengan cinta. Cinta juga akan selalu melekat pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Semua orang pasti pernah merasakan cinta, kasih sayang, atau lain halnya yang serupa. Cinta dari ibu kepada anaknya, cinta dari teman, dan cinta dari orang di sekitar kita.
            Jadi, bentuk air itu itu adalah hal yang kits terima dari orang tersebut. Baik atau pun buruk yang kits dapatkan adalah cerminan nyata dari perlakuan kita kepada cinta. Cinta yang bergerak perlahan panda sebuah aliran nyaring nan menyejukkan. Aliran yang berjalan pelan, penuh arti yang membuat semua orang yang mendekat menjadi ikut hanyut terbawa arus cinta yang deras namun lembut. Dan seiring dengan berjalannya waktu, dapat tenggelam oleh nikmatnya buaian cinta.
            Atau cinta dengan model ombak besar, sehingga dapat meluluhlantakkan semua yang is lewati Tampa tersisa sedikit pun. Habis Dan nantinya menjadi hancur berkeping-keping dan sesuatu yang tak berbentuk Dan take dapat lagi untuk do definisikan..
Bagaimana And akan memperlakukan cinta ??
Bergantung pada apa yang Anda inginkan..
            Tapi yang jelas, air yang nanti Kai sentuh akan membuatmu BASAH dan akan membekas. Membutuhkan waktu lama until menjadi kering kembali...
Karena serial insan yang telah merasakan cinta, akan susah untuk melupakan cinta terse but...Cinta...
            Entahlah. Kata orang, cinta indah. Seindah purnama saat mendung sedang menggelantung. Seindah oase di tengah padang gurun nan luas. Kata orang, cinta juga buta. Kala kita sedang dimabuk cinta, kenikmatannya seakan tidak mampu lagi untuk diungkapkan menjadi suatu teori yang mutlak.
            Ada juga yang bilang, bahwa cinta itu semacam angin. Lembut, dan tak terlihat. Namun dapat kita rasakan desahannya. Atau mungkin cinta itu seperti pasir. Jika kita ambil, kita dapat mersakan setiap butirannya yang halus. Tetapi jangan sekali-kali kita mencoba untuk menggenggamnya. Karena pasir itu akan habis secara perlahan seirinh dengan semakin kuatnya genggaman kita.
            Menurut teori, cinta adalah rasa saling suka diantara laki-laki dan perempuan. Perpaduan antara hormon yang saling bekerja, membuat setiap individunya yang merasakan menjadi melakukan tindakan yang berbeda. Biasanya reaksi yang ditimbulkan antara lain rasa gugup, berketingat dingin, dan jantunh yang lebih berpacu.
            Tapi menurutku cinta itu seperti air. Air itu mengalir dengan tenang mengikuti arusnya. Ya seperti itulah cinta. Datang kapan saja tanpa bisa terduga oleh siapa saja. Cinta juga tidak berbentuk, labil, jika kita meletakkannya maka akan berbentuk lonjong, di dalam kotak akan berbentuk bujur sangkar, dan begitu jugs seterusnya.
            Sama juga seperti pasir, air jugs tidak bisa digenggam. Ia akan hilang seiring dengan  semakin eratnya genggaman kita. Senada dengan cinta, mereka akan semakin dekat bila kita memberi lahan yang cukup luas sebagai tempat kita menanam benih cinta yang akan kita tuai pada masanya nanti.
            Namun tidak semua sifat air juga dimiliki oleh cinta. Seperti halnya permukaan air yang tenang, selalu datar. Untuk yang satu ini, aku tidak sepaham dengan pernyataan di atas. Bahwa cinta yang tenang, akan selalu berliku-liku. Cinta yang abadi, tak akan semudah apa yang kita bayangkan.
            Tahukan kalian, bahwa air tidak selamanya tenang ?? Juga tidak menutup kemungkinan bahwa air juga dapat berubah menjadi ombak besar yang menyapu setiap objek yang dilewatinya. Ombak itu akan mengikis daratan yang dilaluinya, sehingga terlihat tandus dan kering kerontang. Kemanakah lahan yang dulu kita tanami dengan bibit cinta yang nanti akan menjadi tabungan di masa depan ?? Hilang dan musnah lagi tak berbekas.
            Berbicara mengenai air, tidak akan terlepas dari makhluk hidup. Karena air adalah kebutuhan pokok manusia, hewan, dan tumbuhan. Begitu juga dengan cinta. Cinta juga akan selalu melekat pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Semua orang pasti pernah merasakan cinta, kasih sayang, atau lain halnya yang serupa. Cinta dari ibu kepada anaknya, cinta dari teman, dan cinta dari orang di sekitar kita.
            Jadi, bentuk air itu itu adalah hal yang kits terima dari orang tersebut. Baik atau pun buruk yang kits dapatkan adalah cerminan nyata dari perlakuan kita kepada cinta. Cinta yang bergerak perlahan panda sebuah aliran nyaring nan menyejukkan. Aliran yang berjalan pelan, penuh arti yang membuat semua orang yang mendekat menjadi ikut hanyut terbawa arus cinta yang deras namun lembut. Dan seiring dengan berjalannya waktu, dapat tenggelam oleh nikmatnya buaian cinta.
            Atau cinta dengan model ombak besar, sehingga dapat meluluhlantakkan semua yang is lewati Tampa tersisa sedikit pun. Habis Dan nantinya menjadi hancur berkeping-keping dan sesuatu yang tak berbentuk Dan take dapat lagi untuk do definisikan..
Bagaimana And akan memperlakukan cinta ??
Bergantung pada apa yang Anda inginkan..
            Tapi yang jelas, air yang nanti Kai sentuh akan membuatmu BASAH dan akan membekas. Membutuhkan waktu lama until menjadi kering kembali...
Karena serial insan yang telah merasakan cinta, akan susah untuk melupakan cinta terse but...Cinta...
            Entahlah. Kata orang, cinta indah. Seindah purnama saat mendung sedang menggelantung. Seindah oase di tengah padang gurun nan luas. Kata orang, cinta juga buta. Kala kita sedang dimabuk cinta, kenikmatannya seakan tidak mampu lagi untuk diungkapkan menjadi suatu teori yang mutlak.
            Ada juga yang bilang, bahwa cinta itu semacam angin. Lembut, dan tak terlihat. Namun dapat kita rasakan desahannya. Atau mungkin cinta itu seperti pasir. Jika kita ambil, kita dapat mersakan setiap butirannya yang halus. Tetapi jangan sekali-kali kita mencoba untuk menggenggamnya. Karena pasir itu akan habis secara perlahan seirinh dengan semakin kuatnya genggaman kita.
            Menurut teori, cinta adalah rasa saling suka diantara laki-laki dan perempuan. Perpaduan antara hormon yang saling bekerja, membuat setiap individunya yang merasakan menjadi melakukan tindakan yang berbeda. Biasanya reaksi yang ditimbulkan antara lain rasa gugup, berketingat dingin, dan jantunh yang lebih berpacu.
            Tapi menurutku cinta itu seperti air. Air itu mengalir dengan tenang mengikuti arusnya. Ya seperti itulah cinta. Datang kapan saja tanpa bisa terduga oleh siapa saja. Cinta juga tidak berbentuk, labil, jika kita meletakkannya maka akan berbentuk lonjong, di dalam kotak akan berbentuk bujur sangkar, dan begitu jugs seterusnya.
            Sama juga seperti pasir, air jugs tidak bisa digenggam. Ia akan hilang seiring dengan  semakin eratnya genggaman kita. Senada dengan cinta, mereka akan semakin dekat bila kita memberi lahan yang cukup luas sebagai tempat kita menanam benih cinta yang akan kita tuai pada masanya nanti.
            Namun tidak semua sifat air juga dimiliki oleh cinta. Seperti halnya permukaan air yang tenang, selalu datar. Untuk yang satu ini, aku tidak sepaham dengan pernyataan di atas. Bahwa cinta yang tenang, akan selalu berliku-liku. Cinta yang abadi, tak akan semudah apa yang kita bayangkan.
            Tahukan kalian, bahwa air tidak selamanya tenang ?? Juga tidak menutup kemungkinan bahwa air juga dapat berubah menjadi ombak besar yang menyapu setiap objek yang dilewatinya. Ombak itu akan mengikis daratan yang dilaluinya, sehingga terlihat tandus dan kering kerontang. Kemanakah lahan yang dulu kita tanami dengan bibit cinta yang nanti akan menjadi tabungan di masa depan ?? Hilang dan musnah lagi tak berbekas.
            Berbicara mengenai air, tidak akan terlepas dari makhluk hidup. Karena air adalah kebutuhan pokok manusia, hewan, dan tumbuhan. Begitu juga dengan cinta. Cinta juga akan selalu melekat pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Semua orang pasti pernah merasakan cinta, kasih sayang, atau lain halnya yang serupa. Cinta dari ibu kepada anaknya, cinta dari teman, dan cinta dari orang di sekitar kita.
            Jadi, bentuk air itu itu adalah hal yang kits terima dari orang tersebut. Baik atau pun buruk yang kits dapatkan adalah cerminan nyata dari perlakuan kita kepada cinta. Cinta yang bergerak perlahan panda sebuah aliran nyaring nan menyejukkan. Aliran yang berjalan pelan, penuh arti yang membuat semua orang yang mendekat menjadi ikut hanyut terbawa arus cinta yang deras namun lembut. Dan seiring dengan berjalannya waktu, dapat tenggelam oleh nikmatnya buaian cinta.
            Atau cinta dengan model ombak besar, sehingga dapat meluluhlantakkan semua yang is lewati Tampa tersisa sedikit pun. Habis Dan nantinya menjadi hancur berkeping-keping dan sesuatu yang tak berbentuk Dan take dapat lagi untuk do definisikan..
Bagaimana And akan memperlakukan cinta ??
Bergantung pada apa yang Anda inginkan..
            Tapi yang jelas, air yang nanti Kai sentuh akan membuatmu BASAH dan akan membekas. Membutuhkan waktu lama until menjadi kering kembali...
Karena serial insan yang telah merasakan cinta, akan susah untuk melupakan cinta terse but...Cinta...
            Entahlah. Kata orang, cinta indah. Seindah purnama saat mendung sedang menggelantung. Seindah oase di tengah padang gurun nan luas. Kata orang, cinta juga buta. Kala kita sedang dimabuk cinta, kenikmatannya seakan tidak mampu lagi untuk diungkapkan menjadi suatu teori yang mutlak.
            Ada juga yang bilang, bahwa cinta itu semacam angin. Lembut, dan tak terlihat. Namun dapat kita rasakan desahannya. Atau mungkin cinta itu seperti pasir. Jika kita ambil, kita dapat mersakan setiap butirannya yang halus. Tetapi jangan sekali-kali kita mencoba untuk menggenggamnya. Karena pasir itu akan habis secara perlahan seirinh dengan semakin kuatnya genggaman kita.
            Menurut teori, cinta adalah rasa saling suka diantara laki-laki dan perempuan. Perpaduan antara hormon yang saling bekerja, membuat setiap individunya yang merasakan menjadi melakukan tindakan yang berbeda. Biasanya reaksi yang ditimbulkan antara lain rasa gugup, berketingat dingin, dan jantunh yang lebih berpacu.
            Tapi menurutku cinta itu seperti air. Air itu mengalir dengan tenang mengikuti arusnya. Ya seperti itulah cinta. Datang kapan saja tanpa bisa terduga oleh siapa saja. Cinta juga tidak berbentuk, labil, jika kita meletakkannya maka akan berbentuk lonjong, di dalam kotak akan berbentuk bujur sangkar, dan begitu jugs seterusnya.
            Sama juga seperti pasir, air jugs tidak bisa digenggam. Ia akan hilang seiring dengan  semakin eratnya genggaman kita. Senada dengan cinta, mereka akan semakin dekat bila kita memberi lahan yang cukup luas sebagai tempat kita menanam benih cinta yang akan kita tuai pada masanya nanti.
            Namun tidak semua sifat air juga dimiliki oleh cinta. Seperti halnya permukaan air yang tenang, selalu datar. Untuk yang satu ini, aku tidak sepaham dengan pernyataan di atas. Bahwa cinta yang tenang, akan selalu berliku-liku. Cinta yang abadi, tak akan semudah apa yang kita bayangkan.
            Tahukan kalian, bahwa air tidak selamanya tenang ?? Juga tidak menutup kemungkinan bahwa air juga dapat berubah menjadi ombak besar yang menyapu setiap objek yang dilewatinya. Ombak itu akan mengikis daratan yang dilaluinya, sehingga terlihat tandus dan kering kerontang. Kemanakah lahan yang dulu kita tanami dengan bibit cinta yang nanti akan menjadi tabungan di masa depan ?? Hilang dan musnah lagi tak berbekas.
            Berbicara mengenai air, tidak akan terlepas dari makhluk hidup. Karena air adalah kebutuhan pokok manusia, hewan, dan tumbuhan. Begitu juga dengan cinta. Cinta juga akan selalu melekat pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Semua orang pasti pernah merasakan cinta, kasih sayang, atau lain halnya yang serupa. Cinta dari ibu kepada anaknya, cinta dari teman, dan cinta dari orang di sekitar kita.
            Jadi, bentuk air itu itu adalah hal yang kits terima dari orang tersebut. Baik atau pun buruk yang kits dapatkan adalah cerminan nyata dari perlakuan kita kepada cinta. Cinta yang bergerak perlahan panda sebuah aliran nyaring nan menyejukkan. Aliran yang berjalan pelan, penuh arti yang membuat semua orang yang mendekat menjadi ikut hanyut terbawa arus cinta yang deras namun lembut. Dan seiring dengan berjalannya waktu, dapat tenggelam oleh nikmatnya buaian cinta.
            Atau cinta dengan model ombak besar, sehingga dapat meluluhlantakkan semua yang is lewati Tampa tersisa sedikit pun. Habis Dan nantinya menjadi hancur berkeping-keping dan sesuatu yang tak berbentuk Dan take dapat lagi untuk do definisikan..
Bagaimana And akan memperlakukan cinta ??
Bergantung pada apa yang Anda inginkan..
            Tapi yang jelas, air yang nanti Kai sentuh akan membuatmu BASAH dan akan membekas. Membutuhkan waktu lama until menjadi kering kembali...
Karena serial insan yang telah merasakan cinta, akan susah untuk melupakan cinta terse but...

Oleh : SAM98 (Senin, 09 Februari 2015)

0 komentar:

Posting Komentar