Kamis, 07 Mei 2015

Sumber Daya Manusia



            Sumber Daya Manusia…
            Biasa disebut sebagai Huma Resources. Dimana keberadaan SDM adalah hal yang pertama dan yang paling utama dari terbentuknya kata Manusia. Sumber Daya Manusia adalah prioritas teratas dari adanya suatu kelangsungan alam yang bernama kehidupan. Maka tak heran jika SDM merupakan keunggulan dari setiap individu yang tidak dimiliki oleh pribadi yang lain.
            Teruntuk Manusia diseberang sana, yang berasal dari Kota Hujan. Tempat dimana harta karun dari Sang Legenda, Bapak Ir. Soekarno, masih terpendam dam belum dapat diketemukan. Terlahir di perbukitan gunung menjadikannya lebih natural, bersatu dengan alam. Seakan tak terjamah dari faktor eksternal. Paradigma yang mana Sumber Dayanya sungguh teramat luar biasa.

            Jauh-jauh datang ke Kota Apel guna menuntut Ilmu, tempat yang begitu berbeda dari kota asalnya. Satu kata yang harus ia kuasai dengan mudah dalam waktu singkat. Yakni Adaptasi. Tidaklah mudah melakukan filteralisasi dan penyesuaian terhadap segalanya kepada hal-hal yang baru. Kekuatan iman dan ketahanan batin menjadi kunci utama dari lahirnya adaptasi tersebut.
            Menyaring apa yang ada, mulai dari yang paling baik hingga yang paling buruk. Semua lengkap ada di sini. Hanya bagaimana cara kita mampu bertahan dalam setiap perbedaan yang ada. Jangan sampai tergelincir dan mengikuti arus yang ada. Caranya ?? Prinsip, ya hanya dengan prinsip kita dapat memperttahankan semuanya. Jika itu semua dapat terlewati dengan baik, maka lengkaplah sudah proses adaptasi kita.

            Lumrah memang jika hal yang bernama Rindu itu datang. Terlebih lagi, jauh dari kedua orang tua memang merupakan tantangan tersendiri. Belum lagi tawa dan canda dari sana saudara, jua keluarga yang akan terasa jarang ditemukan di sini. Hanya dengan bermodalkan rasa keikhlasan, ia dapat bertahan dalam waktu yang lama di sini, di tempat ini.
            Yang dapat ia junjung tinggi hanyalah membangun komunikasi dengan intensitas yang cukup tinggi. Atau mungkin memandangi foto mereka dalam bingkai kaca, pun telah cukup memberikan obat yang mujarab baginya. Katanya, “Jauh dimata, Dekat di hati”. Walaupun raganya terpisah oleh berjuta jarak, namun ia akan tatp setia kepada kampung halaman tempat ia dibesarkan.
Untuk itu, keniatan adalah kunci dari gerbang masa depannya nanti. Pada dasarnya, kemarin kini dan nanti tiadalah berbeda. Karena semua masih tetap sama, dengan pelaku yang sama. Maka tiada beda baik di sana maupun di sini. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya yang sangat berharga ini. Duduk tenang dengan menikmati semua kenikmatan adalah sebuah sebuah anugrah yang ia dapatkan. Kesungguhan juga sebagai pelancar dari jalannya niatan tersebut. Tinggal menunggu waktu, semua akan indah pada waktunya. Dan Percayalah Cinta, Tuhan tidak akan mengkhianati <3
Manusiawi sekali, jika setiap Sumber Daya Manusia juga mempunyai rasa. Manusia lain sering menyebutnya dengan rasa Suka. Suatu ketertarikan yang dapat memberikan warna dalam palet kehidupan. Nantinya akan ia gunakan untuk mewarnai kanvas memori, gambaran dalam setiap langkah perjalanannya selama ini.
Sang Arjuna dari segala macam Sumber Daya Manusia ini, lebih senang memanggilnya dengan nama Bidadari. Entah mengapa ia menyebutnya dengan nama Bidadari. Padahal sepasang sayap putih pun ia tak punya, apalagi cantiknya rupa seperti Bidadari pada umumnya. Ah Sudahlaaah…
Perlu diketahui, satu hal yang disukai oleh Bidadari tersebut dari adanya Sumber Daya Manusia ini. Yakni semua kejutan yang selalu ia berikan. Selalu hadir dengan topik yang berbeda-beda pada setiap harinya, selalu tampil dengan nuansa yang tak sama. Membuat Bidadari tersebut tak pernah bosan kepada Sumber Daya Manusia yang satu ini. Juga satu lagi yang tak kalah pentingnya. SDM itu mampu mmebuat Bidadari tersebut selalu penasaran akan setiap aksinya dalam setiap kali kesempatan.
Sastra, sebagai sebuah Sumber Daya Manusia ia hadir dengan sastra-sastra Pujangga yang hanya ia sendirilah yang mengerti. Tidak ada yang pernah tahu apa makna yang sebenarnya dari setiap sastra yang ia bangun. Orang-orang lebih senang menyebutnya dengan istilah Misterius. Namun sebagai Bidadari yang juga tidak biasa, ia justru menyukai seuatu kemisteriusan. Berbeda, tanpa sayap yang seharusnya ia miliki. Bidadari tersebut mampu terbang hanya dengan kemisteriusan yang ditimbulkan karena sastra dari Sumber Daya Manusia tersebut. Melayang dikarenakan teka-teki yang entah sama atau tidak dari apa yang mereka pikirkan dengan apa yang dipikirkan oleh yang lain.
Didedikasikan untuk MDS
Oleh : SAM98 (Malang, Kamis 07 Mei 2015 19:57:11)

0 komentar:

Posting Komentar